Lengkap, Cepat, Akurat.

Heboh Aqua Disebut Pakai Air Sumur Bor, ESDM Buka Suara: Air Tanah Dalam Jadi Fokus Utama

Heboh Aqua Disebut Pakai Air Sumur Bor, ESDM Buka Suara: Air Tanah Dalam Jadi Fokus Utama

Penulis: [Nama Anda] Tanggal: 25 Oktober 2025 Kategori: Bisnis, Regulasi Sumber Daya Air, Air Minum Kemasan (AMDK)

Keywords Utama: sumber air Aqua, ESDM Aqua, air sumur bor, izin air tanah, air tanah dalam, Danone klarifikasi


💥 Polemik Sumber Air Aqua Memicu Perdebatan Publik

Baru-baru ini, publik dihebohkan oleh isu mengenai sumber air yang digunakan oleh salah satu merek air minum dalam kemasan (AMDK) terbesar, Aqua. Isu ini mencuat setelah beredar luasnya konten video yang menyajikan temuan di lapangan, di mana pihak pabrik menyebutkan bahwa air yang diproduksi berasal dari sumur dalam atau dilakukan dengan cara pengeboran.

Hal ini kontras dengan citra merek yang selama ini melekat erat, yaitu air yang berasal dari mata air pegunungan yang alami. Kehebohan ini lantas menimbulkan pertanyaan: Apakah ada perbedaan antara air yang diambil dari pengeboran perusahaan AMDK dengan air dari sumur bor biasa?

💧 Danone Indonesia Beri Klarifikasi Tegas: Bukan Sumur Bor Biasa

Menanggapi isu yang beredar, Danone Indonesia, selaku produsen Aqua, segera memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa sumber air yang digunakan adalah air tanah dalam yang berasal dari sistem akuifer pegunungan yang terlindungi.

Berikut poin-poin penting dalam Danone klarifikasi:

  1. Akuifer Dalam: Sumber air diambil dari lapisan akuifer yang sangat dalam (umumnya 60-140 meter), yang terisolasi secara alami oleh lapisan kedap air. Ini membedakannya dari sumur bor dangkal milik masyarakat.
  2. Kualitas Terjaga: Sumber air telah melalui proses seleksi ketat dan kajian ilmiah oleh ahli hidrogeologi, memastikan kemurnian dan tidak terjadi intervensi dengan sumber air yang digunakan oleh masyarakat sekitar.
  3. Mematuhi Aturan: Semua kegiatan pengambilan air dilakukan dengan memegang Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) resmi dari pemerintah, diawasi oleh Kementerian ESDM dan dinas terkait.

Intinya, Danone menekankan bahwa proses yang mereka lakukan adalah mengambil air dari air tanah dalam yang kaya mineral dan terlindungi, meskipun proses pengambilannya memerlukan pengeboran.

🏛️ Kementerian ESDM Buka Suara Mengenai Izin Air Tanah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya turun tangan memberikan penjelasan resmi terkait polemik sumber air Aqua dan praktik industri AMDK secara umum.

Perwakilan Kementerian ESDM menjelaskan bahwa perizinan dan tata kelola pengusahaan air tanah diatur secara ketat melalui Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Izin Pengusahaan Air Tanah dan Persetujuan Air Tanah.

Penjelasan Kunci dari ESDM:

  • Mayoritas AMDK Gunakan Air Tanah: Kementerian ESDM membenarkan bahwa mayoritas perusahaan AMDK memang memanfaatkan air tanah dalam hasil pengeboran, bukan air permukaan (seperti sungai atau danau). Langkah ini dipilih karena air tanah dalam dinilai memiliki kualitas yang lebih stabil dan aman untuk produksi air minum.
  • Proses Izin Berlapis: Pemberian izin pengambilan air tanah hanya dilakukan setelah proses evaluasi teknis yang ketat oleh Badan Geologi, bertujuan untuk memastikan kegiatan industri tidak merusak lingkungan dan tidak mengganggu ketersediaan air bagi masyarakat.
  • Siap Evaluasi dan Tindak: ESDM menegaskan bahwa mereka siap melakukan evaluasi ulang dan pengendalian, bahkan menghentikan operasional, jika ditemukan pelanggaran terhadap izin yang telah dikeluarkan.

🎯 Perbedaan Krusial: Air Tanah Dalam vs. Air Permukaan

Polemik ini pada dasarnya adalah soal pemahaman istilah. Ketika sebuah perusahaan mengambil air dari kedalaman melalui pengeboran, hal tersebut secara teknis disebut menggunakan air tanah dalam (akuifer).

Ahli geologi juga menjelaskan bahwa istilah 'air mata air pegunungan' merujuk pada asal usul geologis air tersebut, yaitu berasal dari resapan yang terjadi di wilayah pegunungan yang kemudian tersimpan di lapisan akuifer dalam. Jadi, secara kualitas geologis, air tersebut tetap memiliki karakteristik sebagai air pegunungan, meskipun diakses melalui proses pengeboran sumur dalam.

Dengan penjelasan dari Danone dan konfirmasi regulasi dari ESDM Aqua, masyarakat diharapkan dapat memahami lebih jelas tentang praktik pengambilan sumber daya air yang legal dan terawasi di industri AMDK.


Tags: kualitas air mineral, regulasi AMDK, Badan Geologi, Permen ESDM 2024, Aqua